Saturday, 7 November 2015

Makanan malam jogja

Selain menjadi sebuah tempat yang menjadi pusat perbelanjaan berbagai cindera mata atau oleh-oleh , kawasan Malioboro juga terkenal dengan wisata kulinernya. Banyaknya angkringan yang ada di Malioboro ,khususnya di malam hari semakin menambah suasana kuliner lesehan malioboro semakin terlihat menarik untuk di jadikan tempat nongkrong para kawula muda Yogya ataupun para wisatawan yang ingin mencicipi keseruan suasana Malioboro. Makanan khas Malioboro sebenarnya berada di jejeran warung-warung angkringan yang selalu di padati oleh banyak pengunjung di setiap harinya.

kuliner malam maliboro by wisatajawa.com
Wijilan berada tidak jauh dari kompleks Malioboro dan Kraton Yogyakarta dimana bisa dicapai dengan 10 menit berjalan kaki atau dengan naik becak. Mungkin bagi kebanyakan orang, gudeg adalah gudeg. Namun sebenarnya ada 3 jenis gudeg yang berbeda; gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar.

Gudeg basah disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih dan banyak diburu untuk menu sarapan pagi. Gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan. Rasanya juga lebih manis. Gudeg jenis ini bisa tahan hingga 24 jam atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam lemari es sehingga banyak diburu orang sebagai oleh-oleh.

Biasanya penjual mengemasnya dalam kardus, besek (kardus dari anyaman bambu) atau kendil tanah liat. Selain gudeg nangka muda, Jogja juga memiliki gudeg manggar. Manggar alias bunga kelapa menghasilkan sensasi kelezatan tersendiri pada sajian kuliner ini. Bunganya terasa crunchy sementara tangkainya sekilas memiliki rasa mirip jamur tiram Selain Gudeg ,ada pula warteg-warteg yang sudah menjadi khas Yogya.

0 comments:

Post a Comment