Selain menjadi sebuah tempat yang menjadi pusat perbelanjaan berbagai
cindera mata atau oleh-oleh , kawasan Malioboro juga terkenal dengan wisata kulinernya.
Banyaknya angkringan yang ada di Malioboro ,khususnya di malam hari
semakin menambah suasana kuliner lesehan malioboro semakin terlihat
menarik untuk di jadikan tempat nongkrong para kawula muda Yogya ataupun
para wisatawan yang ingin mencicipi keseruan suasana Malioboro. Makanan
khas Malioboro sebenarnya berada di jejeran warung-warung angkringan
yang selalu di padati oleh banyak pengunjung di setiap harinya.
| kuliner malam maliboro by wisatajawa.com |
Gudeg basah disajikan dengan kuah santan
nyemek yang gurih dan banyak diburu untuk menu sarapan pagi. Gudeg
kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan
warnanya lebih kecoklatan. Rasanya juga lebih manis. Gudeg jenis ini
bisa tahan hingga 24 jam atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam
lemari es sehingga banyak diburu orang sebagai oleh-oleh.
Biasanya penjual mengemasnya dalam
kardus, besek (kardus dari anyaman bambu) atau kendil tanah liat. Selain
gudeg nangka muda, Jogja juga memiliki gudeg manggar. Manggar alias
bunga kelapa menghasilkan sensasi kelezatan tersendiri pada sajian
kuliner ini. Bunganya terasa crunchy sementara tangkainya sekilas
memiliki rasa mirip jamur tiram Selain Gudeg ,ada pula warteg-warteg
yang sudah menjadi khas Yogya.
Sumber Wisatajawa.com




0 comments:
Post a Comment