Wednesday, 18 November 2015

Kuliner malam Jogja

Wisata Jogja,selain tempat wisatanya saja yang maju, wisata kulinernya pun memang nggak ada matinya! Selain tersedia banyak kuliner lezat, harganya pun sangat bersahabat. Tapi, tahukah kamu kalau wisata kuliner di Yogyakarta belum lengkap kalau belum mencoba kuliner malam harinya. Walaupun di siang hari sudah berjajar beragam pilihan kuliner yang selalu membantumu mengatasi masalah keroncongan di perut . Ternyata wisata kuliner malam Yogya yang murah memang boleh juga untuk di jajal. Buat kamu yang sering kelaparan di malam hari atau bahkan tengah malam, Yogyakarta sudah menyediakan kuliner yang masih buka hingga larut malam, bahkan baru buka di atas pukul 22.00. Karena memang tidak hanya di siang hari saja suasana kota Yogya selalu hidup , tapi juga di malam hari juga . Itulah yang melatarbelakangi para penjaja kuliner Yogya juga selalu siap siaga ketika yang lain sudah terlelap dan tak terjaga.

Kuliner malam jogja by wisatajawa.com

1. Angkringan Lek Man
Alamat : Jl. Wongsodirjan, Yogyakarta 55271
Angkringan yang terletak di dekat Stasiun Tugu ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Penikmat kuliner di Angkringan Lek Man ini nggak pandang bulu, mulai dari pegawai kantoran, mahasiswa, sampai tukang becak, semua berkumpul di tempat ini. Namun sebenarnya di hampir setiap angkringan yang beroperasi , ada satu minuman khas Yogya yang bisa di bilang sudah melegenda , yaitu minuman Kopi Jos. Kopi Jos sebenarnya tak jauh berbeda dengan kopi-kopi hitam lainnya , namun di kopi jos ini para penikmatnya akan merasakan sedikit sensasi yang berbeda yaitu sensasi panas dan terbakar. Karena memang di dalam gelas kopi jos tersebut di masukan bara arang yang masih menyala. Cara meminum kopi seperti ini memang sudah menjadi ciri khas kopi jos Yogya semenjak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sungguh racikan kopi hitam yang benar-benar unik.
2. Warung Soto Sampah
Alamat : Jl. Kranggan, Yogyakarta (barat SPBU AM. Sangaji)
Walaupun namanya terdengar menjijikkan, tapi rasanya jauh dari kesan menjijikkan, rasanya wuenak! Soto yang dijual di warung tenda kecil ini dinamakan soto sampah karena soto ini dapat dipesan dengan dicampur berbagai macam lauk yang ada, mulai dari gorengan sampai oseng-oseng. Kemudian, lauk tersebut dicampur atau diublek jadi satu ke dalam soto. Soto yang ditawarkan ada dua soto, yaitu soto biasa dan soto pedas. Di warung ini, disediakan juga remah-remah gorengan yang dapat kamu ambil sesuka hati. Soto dengan kuah yang panas dipadukan dengan remah gorengan yang kriuk, hmmmmm.. maknyuuuus.. Harga sotonya pun sangat murah! Dengan uang sekitar Rp 4.500,00, kamu sudah bisa menikmati lezatnya soto sampah ini.
3. Gudeg Pawon
Alamat : Jl. Janturan, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta

Kamu belum di Yogyakarta kalau belum merasakan gudeg! Kuliner khas Yogyakarta dengan cita rasa manis dan gurih ini memang nggak ada matinya. Kalau di malam hari tiba-tiba kamu ngidam gudeg, datang saja ke Gudeg Pawon! Gudeg Pawon ini buka mulai pukul 22.30. Walaupun rasanya sama lezatnya dengan gudeg yang lain, tapi kamu akan mendapatkan pengalaman kuliner yang menarik ketika menikmati Gudeg Pawon. Dalam bahasa Indonesia, pawon berarti dapur. Jika datang ke Gudeg Pawon, kamu akan mencicipi gudeg dengan nuansa dapur zaman dahulu seperti gudeg yang dimasak menggunakan kayu bakar dan lincak atau amben (tempat tidur tanpa kasur yang terbuat dari kayu atau bambu) yang digunakan sebagai tempat makan. Unik kan! Untuk harga pun masih terbilang murah. Hanya dengan uang kurang dari Rp 20.000,00, kamu sudah bisa menikmati seporsi gudeg dengan paha ayam.
4. Nasi Campur Demangan
Alamat : di dekat Pasar Demangan, Yogyakarta

Bosan makan gudeg? Ingin merasakan kuliner selain gudeg? Cobain kuliner malam di warung nasi campur yang terletak di Demangan. Warung dengan tenda kecil yang sederhana ini mulai buka pukul 20.00. Ketika masuk ke dalam warung, kamu akan disuguhi pemandangan berbagai macam lauk yang berderet seperti ayam goreng, telur ceplok, tempe, dan tahu.
5. House of Raminten
Alamat : Jl. FM Noto 7, Kotabaru, Yogyakarta 55224
Restoran ini memiliki desain interior yang khas Jawa dengan konsep lesehan di lantai kayu, bahkan ketika memasuki restoran ini akan tercium bau dupa yang semerbak dan ditambah lagi para pelayan di restoran ini memakai seragam yang unik. Untuk pelayan laki-laki, sebagian besar memakai giwang dan memakai bawahan batik, sedangkan pelayan perempuan memakai kemben batik. Nama menu makanannya pun unik, salah satu menunya bernama Perawan Tancep! Hihihihi. Benar-benar memberikan pengalaman kuliner yang berbeda. 
 

0 comments:

Post a Comment