Tuesday, 15 December 2015

lubang buaya jakarta

Kini di sekitar kawasan Lubang Buaya ini ada Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang didalamnya berisi Monumen Pancasila, museum diorama, sumur yang menjadi episentrum pembuangan mayat-mayat para jendral yang telah disiksa dan dibunuh. Disamping itu ada juga sebuah ruangan yang berisi relik. Nama Lubang Buaya sendiri konon berasal dari legenda rakyat yang berkembang bahwa di daerah tersebut terdapat buaya-buaya putih yang mendiami sungai di dekat situ. Di Lubang Buaya ini terdapat patung elang dengan ukuran yang sangat besar. Serta juga ada rumah yang dijadikan tempat penyiksaan terhadap ketujuh jenderal yang dinobatkan sebagai pahlawan revolusi.

Disamping itu, ada juga mobil yang digunakan untuk mengangkut banyak orang ke lokasi tersebut. Sumur Lubang Buaya itu berdiameter sekitar 75 sentimeter dengan tanah yang berada di sekelilingya tampak kemerahan dan kering. Dibagian terdekatnya diberikan terali besi bercat putih. Kemudian tepat diatas lubangnya terdapat cermin yang bergantung yang bisa digunakan untuk melihat di kedalaman sumur yang didalamnya diberi pelita. Didalamnya sendiri tak akan ditemukan apapun kecuali nyala pelita tadi.
 
lubang buaya by wisatajawa.com
Didalam sumur berkedalaman sekitar 12 meter itu dulunya pernah ditemukan jasad ketujuh jenderal dalam keadaan telah rusak. Peristiwa pembunuhan para jenderal terjadi pada dinihari dikala mereka tengah asyik dalam mimpi-mimpinya. Monumen Pancasila Sakti buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 WIB .Namun meski datang pukul 17.00 masih diperbolehlan masuk. Tiket masuk ke Monumen Pancasila Sakti seharga Rp5000 dan cukup murah untuk menambah pengetahuan sejarah dan bukti nyata sejarah. Kawasan wisata ini menjadi salah satu kekayaan wisata Jakarta begitupun wisata Jawa.
 

0 comments:

Post a Comment