Sejarah malioboro dikota Gudeg (jogja)

Sebelum berubah menjadi jalanan yang ramai, Malioboro hanyalah ruas jalan yang sepi dengan pohon asam tumbuh di kanan dan kirinya.

Eloknya Curug Parigi

Curug Parigi letaknya cukup tersembunyi dibelakang area yang kini sudah menjadi kompleks perumahan Villa Nusa Indah 5 dan juga pabrik-pabrik yang ada berada di Jalan Raya Narogong-Cileungsi, Bekasi.

Cantiknya Air Terjun Nglirip

Air terjun dengan ketinggian sekitar 30 meter dan lebar 28 meter ini sangat memukau. Air yang jernih mengalir deras melewati tebing dengan bebatuan kekuningan.

Indahnya Pantai dari Puncak Guha

Pantai Puncak guha merupakan pantai yang berlokasi di sebelah selatan kabupaten garut yang belum banyak terjamah oleh masyarakat luas, pantai ini mulai terexpose setelah pantai ini muncul dalam tulisan novel perahu kertas karya novelis terkenal Dewi Lestari (Dee)

Curug Malela

Curug malela merupkan hulu sungai berasal dari lereng utara Gunung Kendeng yang nantinya mengalir membentuk jaringan sungai Cidadap dan bermuara ke Cisokan. Airnya sangat deras dan bila sedang beruntung kita dapat menyaksikan ratusan ekor monyet ekor panjang (macaca pasciscularis) sedang minum air di bawah Curug Malela.

Friday, 22 April 2016

Dawet Ireng

wisatajawa.comCuaca yang bisa di bilang cukup panas dan terik di kawasan Pulau Jawa tak ayal kerap kali mengundang rasa haus dan dahaga sepanjang hari. Karena alasan itulah acapkali minuman pelepas dahaga sering dicari . Berdasar inilah tidak sulit ditemukan para pedagang penjual minuman segar buatan tangan sendiri di setiap sudut kota Jawa. Terlebih di daerah-daerah kawasan Wisata Jawa yang seringkali dipadati oleh para wisatawan. Salah satu minuman tradisional pelepas dahaga yang berasal dari Jawa adalah Dawet Ireng. Dawet ireng dikenal sebagai minuman tradisional khas Butuh, Purworejo, Jawa Tengah. Sampai sekarang minuman ini tetap eksis. Bahkan telah menyebar ke berbagai titik kota di Jawa. 

Dawet ireng


Saat disajikan dalam mangkok, warna hitamnya cukup jelas. Setelah diminum terasa manis, sebab kuahnya terbuat dari santan dicampur dengan gula merah yang sudah dicairkan. Gula merah pilihan yang di gunakan untuk bahan kuah biasanya berasal dari Purworejo yang dikenal bagus kualitasnya. Adapun untuk membuat butiran dawet biasanya berbahan wujud merang padi dibakar sampai hitam lalu ditumbuk lembut. Bahan ini dicampur air dan disaring sehingga menghasilkan pewarna hitam. Selanjutnya air ini dicampur tepung sagu dan dimasak sambil diaduk-aduk sampai matang. Dalam keadaan masih panas atau hangat, bahan ini dicetak menggunakan alat mirip proses penyaringan. Cara pembuatan yang masih tradisional itulah yang membuat rasa dari Dawet Ireng begitu khas dan masih terasa sangat natural. 

Bahkan santannya saat direbus diberi daun pandan agar aromanya wangi. Pemanisnya cukup menggunakan gula merah yang sudah dibuat cair. Harga seporsi dawet ireng menggunakan wadah mangkok, lanjutnya, cukup Rp 3.000. Selain diminum di tempat dapat juga dibungkus plastik untuk dibawa pulang. Namun untuk menikmati sensasi dawet ireng yang lebih terasa , alangkah baiknya jika menikmati minuman khas Purworejo ini dengan dinikmati di tempat. Minuman ini juga mudah ditemui di sekitaran komplek Candi Prambanan ,Yogyakarta . Di arah menuju kota Jogja terdapat para penjaja Dawet Ireng di sepanjang jalan. Terlebih berada di tempat yang rindang , menikmati Dawet Ireng di sekitar area Candi Prambanan Yogyakarta akan membuat anda rindu Jogja lagi dan lagi . 

ingin melihat paket wisata menarik dari kami, klik disini

Thursday, 21 April 2016

Mangut Beong Kuliner Magelang yang Wajib di coba

wisatajawa.com - Pulau Jawa tidak hanya mempunyai beraneka wisata alam yang indah saja. Namun di jajaran kulinernyapun juga patut diacungi jempol. Inilah yang menyebabkan Wisata Jawa selalu menjadi primadona para wisatawan lokal maupun international. Wisata Kuliner di Jawa memang menyajikan beraneka ragam cita rsa , dari yang manis seperti gudeg hingga yang pedas seperti Mangut Beong di Magelang Jawa Tengah inipun ada. 


Mangut adalah masakan seperti gulai yang encer namun pedas. Yang biasa dimasak menjadi mangut adalah ikan air tawar, mangut paling populer yang kita tahu adalah mangut ikan lele. Sedangkan beong adalah ikan air tawar sebangsa lele, namun dengan ukuran yang sangat besar. Sedangkan Beong adalah ikan endemik yang hanya bisa ditemukan di sungai Progo dan kini sudah mulai langka ,namun kabarnya Beong ini mulai dibudidayakan warga sekitar. Yang paling disukai dari Mangut Beong adalah bagian kepalanya. Mangut Beong ini diproses dengan digoreng garing terlebih dahulu baru dimasukkan ke kuah super pedas hingga bumbunya meresap. 

Kuah pedas mangut yang dimasak dengan cabe rawit dengan jumlah yang banyak ini rasanya sangat nendang dilidah. Sangat cocok sekali bagi para pecinta makanan pedas. Mangut Beong ini biasanya di nikmati dengan sayur trancam yang sudah sepaket dengan nasi putih pulen yang masih panas. Sayur trancam ini selain penambah nikmat juga untuk mengimbangi pedesnya mangut. Jika masih kurang dengan lauk mangut, biasanya di warung makan yang menjual mangut beong juga menyediakan lauk lain seperti ayam bacem, uceng (sejenis wader goreng), oseng-oseng kikil dan lain-lain. Saran saya jika diwarung makan ini, pesanlah minuman lebih dari satu, karena pedas yang saya rasakan dari mangut ini begitu menempel di mulut.
Harga per porsi mangut beong berbeda-beda tergantung besar kecilnya irisan ikan. Mulai dari Rp. 12.000,- untuk yang ukuran sedang. Beberapa pecinta wisata kuliner lebih suka bagian kepala ikan, ada juga yang request bagian badan/ekor. Kalau mau yang masih berwujud ikan utuh pun biasanya disediakan. Biar sekalian puas menikmati hidangan Wisata Kuliner khas Magelang ini.